Keluhan QR Code BBM Subsidi Meluas, Pertamina Minta Daftar Ulang
Daftar Isi
Keluhan QR Code BBM Subsidi Meluas, Pertamina Minta Daftar Ulang
Petugas mengisi BBM jenis Pertalite ke tangki sepeda motor konsumen di salah satu SPBU Pertamina di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (28/2/2026). PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah pasokan BBM di wilayah Sulawesi Tengah sebesar 15 persen sesuai proyeksi kebutuhan dari rata-rata konsumsi harian sebanyak 1.900 kiloliter selama bulan Ramadhan 1447 H sebagai bentuk komitmen memenuhi kebutuhan energi masyarakat. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/wsj.(BASRI MARZUKI)
JAKARTA, KOMPAS.com - Gangguan akses QR Code BBM subsidi memicu keluhan di masyarakat. Pertamina Patra Niaga menyebut masalah ini terkait pembaruan data konsumen.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan perusahaan tengah mengevaluasi sistem penyaluran Pertalite dan Biosolar.
“Saat ini Pertamina Patra Niaga sedang melaksanakan evaluasi sistem melalui proses pembaruan dan penyesuaian data konsumen,” ujar Roberth kepada Kompas.com, Sabtu (4/4/2026).
Ia menjelaskan pembaruan dilakukan untuk mencocokkan data pengguna dengan kepemilikan kendaraan. Langkah ini juga diklaim untuk memastikan subsidi tepat sasaran.
“Kegiatan ini merupakan aktivitas rutin yang dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas data dan optimalisasi layanan distribusi BBM subsidi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata dia.
Dampaknya, sebagian data konsumen menjadi tidak aktif. Pengguna yang terdampak diminta mendaftar ulang agar bisa kembali mengakses BBM subsidi.
“Proses pendaftaran ulang dapat dilakukan seperti sebelumnya dengan proses yang mudah dan cepat sehingga masyarakat yang berhak dapat kembali menikmati layanan BBM subsidi dengan lancar,” ucap Roberth.
Di sisi lain, keluhan muncul di media sosial. Sejumlah pengguna mengaku QR Code mereka tiba-tiba tidak bisa digunakan meski sebelumnya aktif.
“Yang systemnya, dihapus Pertamina tanggal 1 April, bisa mendaftarkan kembalinya tanggal 2 April. Kemudian baru di verifikasi di tanggal 3 april. Yang artinya kendaraan baru bisa mengakses barcode subsidi di 2x24,” tulis akun @inzagh*****.
Keluhan serupa disampaikan pengguna lain yang mengaku data kendaraannya hilang dari aplikasi.
“Terjadi juga di saya, per hari ini pas mau ngisi tau2 barcode gak bisa digunakan, waktu cek ke app MyPertamina datanya ilang. Padahal itu barcode sudah bertahun2 digunakan, nopol masih sama, kok bisa datanya gak ada dan barcode gak bisa digunakan?” tulis akun udt***.
Operator SPBU juga melaporkan kasus serupa di lapangan.
“Saya operator disuatu SPBU, dari kemarin sampai hari ini terhitung ada lebih dari 40 kendaraan yang barcodenya secara tiba tiba tidak bisa digunakan. Kami sudah tanya ke pihak Pertamina dan hanya diarahkan untuk mereset kembali ke web subsidi tepat,” tulis akun kh_ang*****.
Situasi ini menunjukkan ada jeda akses bagi sebagian pengguna saat proses verifikasi ulang berlangsung. Proses ini memakan waktu hingga dua hari, sehingga memicu antrean dan ketidakpastian di lapangan.
Gunakan Biro Jasa Kami untuk bantuan pembuatan dan pencetakan Barcode Pertamina dengan hanya 5 menit jadi !
Ingin proses pengurusan dokumen Anda lebih cepat dan nyaman? Gunakan Biro Jasa Barcode Mypertamina kami yang terpercaya dan profesional. Kami siap membantu Anda mengurus segala keperluan administrasi dengan cepat dan mudah, tanpa repot antre di kantor pemerintahan.
Klik link di bawah ini untuk memanfaatkan layanan kami dan nikmati kemudahan pembuatan Dokumen yang Anda perlukan tanpa harus repot !
Posting Komentar